KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMRAH #14: BAGIAN 14 DARI 30

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMRAH #14: BAGIAN 14 DARI 30

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين ، نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ،  أما بعد:

Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, sekarang kita berbicara tentang syarat orang yang menghajikan atau mengumrahkan orang lain.

Di antara syaratnya adalah:

⇒Sudah pernah melakukan haji atau umrah  untuk dirinya sendiri.

Dalam hadīts riwayat Imām. Abū Dāwūd bahwa ‘Abdullāh bin ‘Abbās radhiyallāhu Ta’āla ‘anhumā bercerita:

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم سَمِعَ رَجُلاً يَقُولُ لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ . قَالَ ” مَنْ شُبْرُمَةَ ” . قَالَ أَخٌ لِي أَوْ قَرِيبٌ لِي . قَالَ ” حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ ” . قَالَ لاَ . قَالَ ” حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ ” .

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah mendengar seseorang mengucapkan ihrām dengan ucapan:

“Labaika an Syubrumah (aku memenuhi pangilan Engkau wahai Allāh atas nama Syubrumah).”

Lalu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bertanya:

“Siapa itu Syubrumah.”

Kemudian orang tersebut menjawab:

“Saudara lelakiku (kerabatku) wahai Rasūlullāh.”

Lau Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bertanya kepada orang ini:

“Apakah engkau telah berhaji ?”

Kemudian orang tersebut menjawab, “Belum”

Lalu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata:

“Hajilah untuk dirimu dulu, kemudian baru hajikan atas nama Syubrumah.”

(HR Abu Daud nomor 1546, versi Baitul Afkar adDaulah nomor 1811)

⇒Tentunya tahun ini haji untuk diri sendiri baru tahun depan untuk Syubrumah.

◆ Nasehat bagi yang ingin menghajikan orang lain

Ada tiga nasehat, diantaranya:

Ini disebutkan oleh Syaikhul Islām ibnu Taimiyyah panjang lebar dalam kitāb Maj’mu Al Fatawa tentang menghajikan orang lain.

⑴ Tunaikan amanah orang lain.

Karena Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda dalam hadīts riwayat Imām Abū Dāwūd nomor 3535 dan hadīts ini di shahihkan oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh.

Abū Hurairah berkata, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

أَدِّ الْأَمَانَةَ إِلَى مَن ائْتَمَنَكَ وَلَا تَخُنْ مَنْ خَانَكَ

“Tunaikan amanah kepada orang yang berhak mendapatkan amanah tersebut dan janganlah kamu khianati orang yang mengkhianatimu.”

Dalam hadīts riwayat Imām Ahmad nomor 14878, hadīts ini dishahīh oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda dalam haji wadā:

وَمَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ أَمَانَةٌ فَلْيُؤَدِّهَا إِلَى مَنِ ائْتَمَنَهُ عَلَيْهَا

“Barangsiapa yang ada disisinya amanah, maka tunaikanlah amanah tersebut kepada yang berhak mendapatkannya.”

⇒Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam berbicara tentang amanah ketika haji wadā, maka tunaikanlah amanah orang lain.

⑵ Kerjakan dengan maksimal

Rukun-rukunnya, kewajiban-kewajibannya, sunnah-sunnah dikerjakan.

Contoh:

Bermalam di Muzdalifah bagi bujangan tidak membawa keluarga diwajibkan sampai pagi (shalāt Subuh disana).

Apabila ada orang yang membadalkan haji (bujangan) dia tidak bermalam di Muzdalifah, dia hanya singgah sebentar  kemudian tidur sebentar lalu pergi setelah pertengahan malam. Ini namanya tidak maksimal mengerjakan amanah orang lain.

Mengerjakan amanah orang lain harus maksimal karena Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan Allāh mencintai orang-orang yang berbuat ibadah dengan maksimal (tidak asal-asalan).

Dan para shahābat radhiyallāhu Ta’āla ‘anhum sangat membenci orang yang ketika shalāt ruku’nya tidak lurus, terlalu tinggi atau terlalu berlebih-lebihan karena malas, tidak maksimal ruku’nya.

Dalam amalan apapun Allāh sangat mencintai untuk dikerjakan secara maksimal.

Dalam sebuah hadīts yang diriwayatkan oleh Imām Baihaqi dari ‘Āisyah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhā, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إن الله يحب إذا عمل أحدكم عملا أن يتقنه

“Sesungguhnya Allāh mencintai jika salah satu dari kalian jika mengerjakan suatu amalan, dia kerjakan dengan sungguh-sungguh (maksimal).”

⑶ Menghajikan orang lain jangan mengambil keuntungan tetapi mengambil harta untuk berhaji (haji badal tersebut).

Para ulamā mengatakan:

“Barangsiapa yang ingin mengambil keuntungan di dalam menghajikan orang lain, jangan dia kerjakan haji untuk orang lain dan barangsiapa ingin mengambil harta untuk berhaji maka silahkan berhaji.”

⇒Artinya jangan sampai ada proses pengambilan keuntungan.

Syaikhul Islām ibnu Taimiyyah menjawab pertanyaan tentang seorang wanita berhaji (menghajikan orang lain), wanita yang berhaji ini berniat untuk menghajikan seorang yang sudah meninggal dengan upah membayar hutang.

Apakah boleh wanita ini untuk menunaikan ibadah haji?

Jawaban:

يجوز أن تحج عن الميت بمال يئخذ على وجه النيابة بالاتفاق، وأما على وجه الإجارة ففيه قولان للعلماء، هما روايتان عن أحمد:
إحداهما: يجوز وهو قول الشافعي.
والثاني: لا يجوز، وهو مذهب أبي حنيفة. ثم هذه الحاجة عن الميت إن كان قصدها الحج، أو نفع الميت كان لها في ذلك أجر وثواب، وإن كان ليس مقصودها إلا أخذ الأجرة فما لها في الآخرة من خلاق.

“Boleh, untuk menunaikan haji orang lain dengan harta yang diambil (sebagai wakil). Adapun dalam sisi sebagai upah seperti pekerja maka ada dua pendapat dari para ulamā, yaitu:

⑴ “Boleh” (ini pendapat  Imām Ahmad dan Imām Syāfi’i).

⑵ Pendapat Abū Hanifah, “Tidak boleh.”

“Jika wanita tadi menunaikan ibadah haji atas orang lain karena ingin menunaikan ibadah haji atau memberikan manfaat kepada orang yang sudah meninggal (mengirimkan pahala atasnya), maka baginya pahala dan ganjaran dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Kalau seandainya tidak ada niatan kecuali dia mengambil keuntungan, maka tidak ada bagian pahala baginya diakhirat kelak.”

(Majmu’ Fatawa)

Jadi harta yang diambil diberikan oleh orang yang ingin meniatkan (menghajikan) orang lain tersebut bukan sebagai keuntungan tetapi untuk berhaji.

Jadi ketika kita menghajikan orang lain jangan sampai kita niatkan untuk mengambil keuntungan.

Mudah-mudahan ini bermanfaat.

صلى الله على نبينا محمد
و السّلام عليكم ورحمة الله وبر كا ته

Bersambung ke bagian 15, In syā Allāh
________

🌾 Donasi Program Dakwah Islam Cinta Sedekah & Bimbingan Islam ;

🌐 http://cintasedekah.org/program-cinta-sedekah/

💰 INFAQ       
🏦 Bank Syariah Mandiri (Kode Bank 451)
📟 7814 5000 17
🏢a.n Cinta Sedekah Infaq

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMRAH #13: BAGIAN 13 DARI 30

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMRAH #13: BAGIAN 13 DARI 30

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين ، نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ،  أما بعد:

Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla kita akan membicarakan manasik haji.

Manasik haji artinya bahwa ada 3 (tiga) jenis tata cara menunaikan ibadah haji.

Kalau dari tiga jenis haji, mana yang lebih utama?

Ingat kata-kata “paling utama” menunjukkan bahwasanya tiga jenis haji ini disyari’atkan.

Tetapi kita berbicara mana yang paling utama, bukan berbicara mana yang tidak boleh.

Tiga-tiga jenis manasik ini diperbolehkan untuk memilih, silahkan dia pilih tergantung (sesuai) dengan kemampuan dia.

Haji tamattu’ adalah haji yang paling utama untuk dikerjakan dengan beberapa sebab, di antaranya:

⑴ Karena Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam memerintahkan para shahābat untuk mengerjakan haji Tamattu’.

Dalīlnya adalah hadīts riwayat Muslm, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

 ” لَوْ أَنِّي اسْتَقْبَلْتُ مِنْ أَمْرِي مَا اسْتَدْبَرْتُ لَمْ أَسُقِ الْهَدْىَ وَجَعَلْتُهَا عُمْرَةً فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ لَيْسَ مَعَهُ هَدْىٌ فَلْيَحِلَّ وَلْيَجْعَلْهَا عُمْرَةً ”

“Kalau seandainya aku mengetahui dari perkaraku yang akan datang maka aku tidak akan membawa hewan hadyu dan aku akan menjadikannya (Ihrāmku ini) sebagai umrah, maka barangsiapa atas kalian yang tidak bersamanya hewan hadyu (dari luar Mekkah) maka hendaklah bertahallul dan menjadikannya sebagai ihrām umrah.”

(HR Muslim nomor 2137, versi Syarh Muslim nomor 1218)

Ini adalah perintah dari Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

⑵ Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menginginkan untuk mengerjakan haji secara  Tamattu’ tetapi karena beliau membawa hewan hadyu maka beliau mengerjakan haji secara Qirān.

⑶ Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah bersabda:

أَحِلُّوا مِنْ إِحْرَامِكُمْ بِطَوَافِ الْبَيْتِ وَبَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ، وَقَصِّرُوا ثُمَّ أَقِيمُوا حَلاَلاً، حَتَّى إِذَا كَانَ يَوْمُ التَّرْوِيَةِ فَأَهِلُّوا بِالْحَجِّ، وَاجْعَلُوا الَّتِي قَدِمْتُمْ بِهَا مُتْعَةً

“Bertahallullah kalian dari ihrām kalian dengan mengerjakan thawāf, lalu sai diantara Shafā dan Marwah, kemudian pendekanlah rambut kalian, kemudian berdiamlah di Mekkah dalam keadaan halal (lepas dari Ihrām), sampai jika telah datang hari tarwiyyah (08 Dzulhijjah) lalu berihrāmlah dengan niatan haji. Dan jadikan ihrām yang kalian datang dengannya sebagai umrah yang dengannya kalian mengerjakan haji Tamattu.”

Lalu bagaimana niat haji tamattu’?

⇒Allāhuma labaika umratan (sudah cukup)

Ada yang lain menambahkan

⇒ Muttamati’an bihā ilal haji (sebagian ulamā menganjurkan seperti ini).

◆ Ihrām

Ihrām adalah niat masuk ke dalam manasik haji, jadi kalau orang berihrām berarti dia berniat masuk ke dalam manasik haji.

◆ Menghajikan atau mengumrahkan orang lain

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, kita ingin membahas tentang permasalahan menghajikan dan mengumrahkan orang lain.

Ketahuilah bahwasanya menghajikan dan mengumrahkan orang lain disyari’atkan dalam Islām dan pahalanya sampai kepada orang yang kita haji atau umrahkan. 

◆ Syarat-syarat orang yang dihajikan atau diumrahkan atasnya.

Syaratnya:

⑴ Orang yang akan dihajikan atau diumrahkan sudah meninggal.

Dalīlnya hadīts riwayat Bukhāri dari ‘Abdullāh bin ‘Abbas radhiyallāhu Ta’āla ‘anhumā, beliau bercerita:

أَنَّ امْرَأَةً، جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ إِنَّ أُمِّي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ فَمَاتَتْ قَبْلَ أَنْ تَحُجَّ أَفَأَحُجَّ عَنْهَا قَالَ ” نَعَمْ حُجِّي عَنْهَا، أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ أَكُنْتِ قَاضِيَتَهُ “. قَالَتْ نَعَمْ. فَقَالَ ” فَاقْضُوا الَّذِي لَهُ، فَإِنَّ اللَّهَ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ “.

Pernah seorang wanita menemui Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam lalu dia berkata:

“Sesungguhnya ibuku bernadzar ingin menunaikan ibadah haji lalu beliau meninggal sebelum beliau menunaikan ibadah haji, bolehkah aku menghajikan atasnya?”

Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjawab:

“Silahkan, berhajilah engkau untuk menggantikannya, bukankah engkau sependapat sekiranya ibumu mempunyai hutang, bukankah engkau yang melunasi?”

Wanita itu menjawab: “Ya.”

Lantas Nabi berkata:

“Penuhilah hutang Allah, sebab Allah lebih berhak untuk dilunasi hutangnya.”

(HR Bukhari nomor 6771, versi Fathul Bari nomor 7315)

Lihat kata-kata “meninggal”, jadi orang yang dihajikan dan di umrahkan atasnya adalah orang yang sudah meninggal.

⑵ Orang yang dihajikan atau diumrahkan atasnya tidak mampu menunaikan ibadah haji.

Maksud tidak mampu karena dua hal:

⑴ Usianya tua sehingga tidak mampu untuk menunaikan ibadah haji.

⑵ Orang yang sakit yang diperkirakan sulit sembuhnya dan tidak mampu menunaikan ibadah haji.

Dalīl yang menunjukkan akan hal ini adalah sebuah hadīts yang diriwayatkan oleh Bukhāri dan Muslim dari ‘Abdullāh bin ‘Abbas radhiyallāhu ‘anhumā, beliau bercerita:

جَاءَتِ امْرَأَةٌ مِنْ خَثْعَمَ، عَامَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ، قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ فَرِيضَةَ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ فِي الْحَجِّ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا، لاَ يَسْتَطِيعُ أَنْ يَسْتَوِيَ عَلَى الرَّاحِلَةِ فَهَلْ يَقْضِي عَنْهُ أَنْ أَحُجَّ عَنْهُ قَالَ  ” نَعَمْ “

“Sesungguhnya ada seorang wanita dari daerah Qata’ab berkata kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

“Wahai Rasūlullāh, sesungguhnya kewajiban seorang hamba-hambanya dalam haji telah didapati oleh bapakku dalam keadaan yang sangat tua, beliau tidak mampu untuk tetap di atas kendaraannya, bolehkan aku berhaji atasnya?”

Kemudian Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjawab, “Iya.”

(HR Bukhari nomor 1721, versi Fathul Bari nomor 1854)

Dalam riwayat yang lain (Muslim) Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjawab:

فَحُجِّي عَنْهُ

“Maka berhajilah atasnya.”

(HR Muslim nomor 2376, versi Syarh Muslim nomor 1335)

Kalau ada yang bertanya, apabila umrah bagaimana? apa dalīlnya?

Dalīlnya hadīts riwayat Imām Abū Dāwūd bahwa seorang shahābat yang bernama Abū Razin radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي شَيْخٌ كَبِيرٌ لاَ يَسْتَطِيعُ الْحَجَّ وَلاَ الْعُمْرَةَ وَلاَ الظَّعْنَ . قَالَ  ” احْجُجْ عَنْ أَبِيكَ وَاعْتَمِرْ ” .

“Wahai Rasūlullāh, sesungguhnya bapakku orang yang tua renta tidak mampu berhaji, umrah dan tidak mampu untuk duduk diatas unta sebagai kendaraannya,”

Maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Hajikan dan umrahkan bapakmu.”

(HR Abu Daud nomor 1545, versi Biatul Afkar Ad Daullah nomor 1810)

Ini adalah syarat yang berkaitan dengan orang yang dihajikan dan diumrahkan atasnya.

Mudah-mudahan ini bermanfaat.

صلى الله على نبينا محمد
و السّلام عليكم ورحمة الله وبر كا ته

Bersambung ke bagian 14, In syā Allāh
________

🌾 Donasi Program Dakwah Islam Cinta Sedekah & Bimbingan Islam ;

🌐 http://cintasedekah.org/program-cinta-sedekah/

💰 INFAQ       
🏦 Bank Syariah Mandiri (Kode Bank 451)
📟 7814 5000 17
🏢a.n Cinta Sedekah Infaq

Menuju Kebahagiaan dalam Paket Umroh November 2017

Menuju Kebahagiaan dalam Paket Umroh November 2017

Menuju Kebahagiaan dalam Paket Umroh November 2017

Jika kita ingin mengetahui informasi mengenai paket umroh November 2017, artikel ini bisa menjadi referensi bagi kita sebelum kita berangkat melaksanakan ibadah umroh. Bagi sebagian orang, umroh merupakan ibadah yang bisa dilakukan sebelum berangkat haji. Umroh bisa disebut sebagai ibadah haji kecil karena ibadah ini mempunyai rukun yang lebih sedikit daripada haji biasa. Biasanya, setiap agen umroh seperti khazzanah tour menyediakan berbagai macam fitur layanan yang dapat kita terima jika kita memilih agen tersebut. Karena itu, hal ini turut membuat bingung setiap orang terutama bagi mereka yang sudah lama ingin menjalankan ibadat ini. Untuk hal ini, kami akan membantu anda dalam mendapatkan agen perjalanan yang tepat dengan membagikan tips yang ampuh agar anda bisa mendapatkan agen travel haji yang pas untuk anda.

paket-umroh-november-2017

Tips dalam memilih paket promo umroh murah November 2017 

Seperti yang kita tahu, paket umroh november 2017 memang mempunyai banyak unggulan. Sehingga, hal ini turut membuat bingung setiap orang terutama bagi mereka yang hendak melaksanakan ibadat umroh. Namun, hal ini tidaklah sulit bagi kita untuk tahu akan cara yang tepat untuk memilih penyedia ibadat umroh yang tepat dan sesuai dengan kemampuan kita. Biaya umroh november 2017 memang tidaklah murah. Terlebih lagi bagi kita yang ingin melaksanakan ibadah umroh dalam waktu yang dekat. Karena itu, kita perlu tahu cara yang tepat untuk mendapatkan agen perjalanan umroh yang dapat membantu untuk mewujudkan mimpi kita dalam berangkat ke tanah suci untuk menjalani ibadat umroh. Untuk mendapatkan promo umroh november 2017 yang pas dengan kebutuhan kita, kita perlu tahu cara yang tepat untuk hal tersebut. Hal pertama yang perlu anda ketahui adalah, anda perlu mencari agen perjalanan yang sudah diakui oleh kementerian agama. Hal ini setidaknya sudah menjamin bahwa agen perjalanan yang anda pilih sudah diakui dan resmi oleh badan kementerian. 
Tidak hanya itu, anda juga harus pastikan biaya paket umroh november 2017 yang dipasang oleh agen perjalanan tersebut. Anda perlu melihatnya secara teliti terutama bagian biaya perjalanan dan juga akomodasi kita selama disana agar kita tidak kecolongan akan beberapa hal kecil yang dapat menganggu kenyamanan kita selama menjalankan ibadat umroh disana. 
Pastikan untuk memesan Paket Umroh November 2017 dari jauh-jauh hari bagi anda yang hendak melaksanakan ibadat umroh pada bulan November mendatang. Selain bulan Juni, pastikan juga anda sudah memesan paket perjalanan jauh-jauh hari agar dapat memangkas biaya perjalanan yang perlu anda keluarkan untuk anda nantinya. Tidak hanya itu, anda juga perlu lebih teliti dalam melihat berbagai macam promo yang ditawarkan sehingga, anda bisa mendapatkan bonus akan perjalanan ibadat umroh yang anda jalankan. Dengan mengetahui mengenai cara untuk mendapatkan paket umroh yang tepat maka, anda sudah bisa tenang dalam melakukan ibadat umroh nantinya karena, hal tersebut tentunya menjadi salah satu persiapan penting yang perlu anda persiapkan dengan baik sehingga, anda hanya tinggal menunggu waktu keberangkatan dan mempersiapkan beberapa hal yang perlu anda persiapkan dalam menyongsong hal tersebut. 
Setelah menjalani ibadah Umroh, anda tentunya akan mendapatkan banyak hal baru yang sangat bagus untuk diri anda terutama untuk pengalaman rohani karena, kita akan mendapatkan banyak hal yang bagus untuk rohani kita. Karena itu, penting sekali bagi kita untuk memilih paket Umroh November 2017 yang tepat bagi kita.

Menuju Akhir Tahun Terbaik di Paket Umroh Desember 2017

Menuju Akhir Tahun Terbaik di Paket Umroh Desember 2017

Seperti halnya pemberangkatan ke luar negeri manapun, ibadah umroh juga membutuhkan persyaratan yang harus dilengkapi. Jadi meskipun kita telah memesan paket umroh desember 2017, itu bukan berarti yang perlu kita lakukan hanya membayar paketnya saja. Nah, bagi sobat yang memang ingin menjalankan ibadah umroh dengan lancar dan juga khusyuk maka tidak ada salahnya bagi sobat sekalian untuk mencoba memahami persyaratan persyaratan apa saja yang perlu sobat sekalian penuhi. Dengan demikian pada saat sobat hendak menjalankan ibadah umroh sobat tinggal menyerahkan persyaratan tersebut dan menunggu kloter keberangkatan umroh yang telah sobat sekalian gunakan jasa khazzanah travel

Info Paket Umroh Desember 2016 dan persyaratan yang harus dipenuhi 

Bagi sobat sekalian yang hendak melakukan umroh akhir tahun 2017 maka persayaratan yang perlu dipenuhi ada beberapa salah satu yang paling penting adalah paspor asli. Paspor asli dibutuhkan dalam pengurusan dokumen keberangkatan dan memiliki nama lengkap seperti contohnya yusuf adi gunawan. Dan lain lain. Pastikan juga bahwa paspor yang akan anda gunakan untuk menemani keberangkatan anda dalam paket umroh desember 2017 tersebut memiliki masa berlaku yang masih lama yaitu minimal 8 bulan sebelum keberangkatan yang akan dilakukan, hal ini sangat penting karena paspor merupakan salah satu jenis dokumen personal yang akan memberikan kita banyak kemudahan saat pengurusan keberangkatan umroh desember 2017. Persyaratan kedua yang juga tidak kalah penting adalah beberapa dokumen pribadi keluarga seperti contohnya adalah fotocopy dari KK atau keluarga, dimana dokumen ini berlaku bagi suami istri serta keluarga kita yang juga ikur berangkat umroh. Selain itu bagi yang sudah menikah maka diwajibkan juga untuk membawa surat nikah yang asli dan bukan fotocopy. Terutama bagi yang memiliki istri berusia dibawah umur 45 tahun. 
Bagi yang membawa sanak saudara terutama anak anak maka akta kelahiran juga menjadi hal yang perlu diperhitungkan untuk dibawa di dalam paket umroh desember 2017 yang akan anda pesan dan juga gunakan untuk menjalankan ibadah umroh anda dan keluarga sekalian. Tentu saja selain biaya umroh yang standar, kita juga diwajibkan membawa uang tambahan untuk pembayaran DP dalam biaya umroh akhir tahun 2017 yang akan kita sekeluarga gunakan. DP tersebut berbeda beda untuk setiap jasa travel haji dan umroh akan tetapi standar dari DP yang bisa digunakan adalah sebesar Rp 5.000.000. dan ini berlaku untuk kebanyakan jenis paket umroh desember yang ada. Selain biaya, jangan lupa juga kita wajib melampirkan foto berwarna untuk keperluan identifikasi. Posisi muka juga harus jelas dan tidak memakai seragam atau kerudung yang berwarna putih karena latar yang digunakan juga putih. Dalam persyaratan tambahan ukuran foto yang diminta biaranya 3×4 dan 4×6 lalu setiap foto memerlukan 5 lembar untuk pelengkapan dokumen. 
Untuk peserta promo umroh murah desember 2017 yang berumur di bawah 40 tahun akan memerlukan biaya tambahan untuk biaya muhrim terutama apabila belum bersuami atau bermuhrim. Oleh karena itu persiapkan biaya tambahan apabila anda belum menikah dan berumur dibawah 40 tahun atau tidak memeiliki pendamping muhrim. Selain itu peserta umroh yang berusia di atas 60 tahun akan wajib mendapatkan pendampingan terutama peserta umroh yang juga sedang mengalami sakit tertentu. Itulah beberapa persyaratan untuk promo umroh desember murah di Jakarta dan waktu waktu lainnya semoga ini akan memberikan kita lebih persiapan yang tepat sehingga tidak menyusahkan kita pada saat akan berangkat umroh.